Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Antrean Beli Elpiji 3 Kg Memakan Korban, PB PMII Sarankan Menteri Bahlil Mundur

Redaktur:

KOLOM JAKARTA || Ketua Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa IsIam Indonesia (PB PMII) Bidang Ekonomi dan Investasi, Ramadhan mendesak agar Presiden Prabowo Subianto segera mengevaluasi Bahlil Lahadalia sebagai Menteri ESDM dan menyarankan untuk mundur dari jabatannya. Kebijakannya tentang larangan pengecer untuk menjual gas elpiji 3 kg telah menyengsarakan rakyat.

Bahkan kata Ramadhan, aturan penjualan elpiji 3kg yang dikeluarkan oleh Bahlil tersebut telah membuat salah satu warga Tangerang Selatan meninggal dunia. Nenek itu meninggal usai ikut antrian panjang untuk mendapatkan gas elpiji.

Baca Juga :  Positive Technologies Kerja Sama dengan Lembaga Pendidikan di Indonesia, Tingkatkan Kapasitas Profesional Keamanan Siber Nasional

“Kebijakan jika dilakukan ugal-ugalan tanpa kajian yang matang serta tanpa kordinasi dulu dengan presiden, maka korbannya adalah rakyat. Lalu siapa yang akan bertanggung jawab setelah warga tanggerang selatan meninggal gara-gara kebijakannya. Harusnya Bahlil kalau tau malu, mundur saja,” ujarnya kepada awak media di Jakarta, Selasa (04/02/2025).

Baca Juga :  Momen Libur Panjang, KAI Daop 1 Jakarta Layani Ratusan Ribu Penumpang

Mahasiswa magister Analisis Kebijakan Publik Universitas Indonesia menegaskan bahwa dampak kebijakan Bahlil ini bisa membuat jalur ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM semakin sulit. Misalnya emak-emak kesulitan memasak di dapur karena gasnya sulit didapat, kemudian pedagang kaki lima dan pelaku UMKM dagangan nya semakin mahal dengan alasan gas sulit didapatkan.

Baca Juga :  Prabowo Akan Naikkan Gaji Hakim, Paling Tinggi Hingga 280 Persen

“Artinya karena kebijakan keliru yang dikeluarkan oleh menteri Bahlil tersebut, mempersulit hidup masyarakat kecil dan berdampak terhadap terhadap ekonomi masyarakat dan harga-harga di pedagang UMKM. Mereka mesti mencari Gas LPG 3 kg lebih jauh daripada biasanya dan menambah pengeluaran. Seharusnya pemerintah itu melindungi dan membuat hidup masyarakat sejahtera, bukan dengan membuat kebijakan yang membuat masyarakat panik,” tegas Ramadhan.

Network

Kolom Indonesia menjadi ruang informasi bagi masyarakat yang ingin melihat fakta secara jernih, berimbang, mendalam dan menyeluruh.

Follow Kolom Indonesia

Get it on Google play store
Download on the Apple app store