Ahli Gizi Al-Bukhari Pegantenan Bantah Isu Keracunan, Sebut 8 Siswa Muntah karena Kekenyangan

Redaktur: KOLOM INDONESIA
Pamekasan – Beredarnya isu keracunan makanan di kalangan siswa penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Al-Bukhari di Pamekasan, akhirnya mendapat tanggapan resmi.
Pihak Yayasan menegaskan bahwa makanan yang disalurkan aman dan layak konsumsi. Kasus muntah yang dialami beberapa siswa di SDN Pasanggar, disebut-sebut terjadi karena kekenyangan, bukan karena keracunan.
Mohammad Habibullah, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al-Bukhari, menjelaskan kronologi kejadian pada Rabu, 17 September 2025 lalu.
“Siswa yang muntah itu hanya satu orang, dan setelah diperiksa, kondisinya baik-baik saja,” ujarnya.
“Muntah itu diduga karena terlalu kenyang, dan siswa lain yang melihat ikut muntah juga. Total ada empat orang,” tambahnya.
Habibullah juga menambahkan bahwa seluruh siswa yang mengalami insiden tersebut sudah kembali beraktivitas normal di sekolah.
Untuk menjamin kualitas dan keamanan makanan, Yayasan Al-Bukhari menerapkan standar ketat dalam proses produksi dan distribusi.
“Dapur kami sudah memenuhi standar keamanan pangan, dengan fasilitas dan ventilasi yang memadai,” jelas Habibullah.
Setiap tahapan, mulai dari penyimpanan bahan baku, pengolahan, hingga pengemasan, diawasi sesuai SOP yang ketat.
“Sebelum didistribusikan, makanan selalu dicek oleh ahli gizi untuk memastikan kelayakannya, ini penting agar masyarakat menerima makanan yang aman, sehat, dan siap santap,” ungkapnya.
Ahli Gizi SPPG, Nesta Adji Pratama, menegaskan bahwa komposisi gizi dalam menu MBG sudah sesuai dengan standar Badan Gizi Nasional (BGN). “Menu yang kami sediakan terdiri dari nasi, sayur, buah, dan lauk pauk yang disusun sesuai komposisi gizi seimbang,” kata Nesta.
Ia memastikan bahwa setiap menu telah dihitung kandungan gizinya secara teliti untuk memastikan penerima mendapatkan asupan yang benar-benar dibutuhkan oleh tubuh.
Isu keracunan yang sempat menyebar di masyarakat juga dibantah langsung oleh Kepala Puskesmas Pagantenan. Setelah melakukan pemeriksaan medis, seluruh siswa dipastikan dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala-gejala keracunan.
“Kami pastikan tidak ada siswa yang mengalami keracunan, semua dalam kondisi baik,” tegasnya. (Ruk*)


